5 Investasi Modal Minim Untuk Pemula dan Mahasiswa - Warta Brebes

Jumat, 25 Desember 2020

5 Investasi Modal Minim Untuk Pemula dan Mahasiswa

Masih di usia yang muda dan ingin memiliki investasi, hal ini mungkin bukan sesuatu yang populer di kalangan millenial indonesia, khususnya mahasiswa. Pada umumnya, mahasiswa identik memiliki jadwal yang padat dengan berbagai aktivitas perkuliahan hingga hangout bersama teman-teman. Padahal, uang hangout yang dikeluarkan dapat dialihkan ke hal yang lebih positif, misalnya investasi.

Memang kebanyakan mahasiswa beranggapan investasi dapat dilakukan di lain waktu, padahal aktivitas investasi sejak muda justru dapat mendukung keuangan yang sehat dan lebih stabil di masa depan.

Untuk Anda yang masih berstatus mahasiswa, tidak perlu khawatir soal modal awal untuk memulai investasi. Sebab, beberapa instrumen investasi dapat dijalankan walau dengan modal yang minim sekalipun. Hal ini tentu akan cocok untuk dijalankan oleh Anda para pemula khususnya mahasiswa yang baru akan terjun ke dunia investasi.

Ada 5 jenis investasi yang bisa kamu coba, di antaranya:

 1. Logam mulia

Investasi yang satu ini cukup banyak diminati, terutama bagi mereka yang menginginkan investasi lebih fleksibel. Logam mulia dapat Anda dapatkan dalam beberapa ukuran, mulai dari yang besar (100 Gr) hingga yang terkecil (0,5 Gr).

Dengan logam mulia Anda akan leluasa untuk memulai dengan modal yang minim, yaitu ratusan ribu rupiah. Keuntungan lainnya, logam mulia termasuk salah satu investasi dengan harga yang stabil dan cenderung mengalami peningkatan harga setiap waktunya. Artinya, menjalankan investasi logam mulia cukup aman bagi para pemula.

2. Reksa Dana

Potensi keuntungan investasi di reksa dana ini cukup besar, namun tentunya sebanding dengan risiko yang akan dihadapi juga. Modal awal yang disetorkan di reksa dana akan dikelola oleh seorang manajer investasi. Di mana modal yang Anda investasikan akan disebar pada beberapa produk yang berbeda.

Hal tersebut dilakukan untuk menurunkan risiko yang dihadapi dapat lebih rendah. Pastikan Anda memilih perusahaan investasi yang tepat sejak awal, di mana perusahaan tersebut telah memiliki reputasi dan dapat diandalkan.

3. P2P Lending

Investasi yang saat ini sedang populer dan banyak diminati adalah Peer to Peer Lending atau P2P Lending. Anda dapat menjadikan investasi yang satu ini sebagai pilihan awal, sebab modalnya terbilang ringan, yakni mulai Rp 100 ribu. Di dalam sistemnya, Anda akan bertindak sebagai pihak yang meminjamkan modal kepada pihak lain, misalnya pemilik usaha UKM (Usaha Kecil Menengah) melalui platform.

Dari aktivitas tersebut, Anda dapat mendapatkan sejumlah keuntungan berupa  bunga hingga mencapai 20% sebagai hasil investasi. Proses peminjaman ini tidak menggunakan jaminan, sehingga memiliki resiko cukup besar. Artinya, pentingnya memilih perusahaan yang tepat serta memahami berbagai kebijakan mereka terapkan sejak awal. Hal ini akan memberikan Anda kesempatan untuk mengelola berbagai risiko pada investasi.

4. Forex (Foreign Exchange) / Valas (Valuta Asing)

Untuk para pemula dan mahasiswa, investasi forex atau valas menjadi salah satu yang cukup diminati. Sistemnya mudah dan modal yang ringan menjadi alasan tersebut. selain itu, forex menjadi salah satu investasi yang menjanjikan potensi keuntungan cukup besar. Namun berbanding lurus dengan keuntungan tersebut, resiko yang harus ditanggung juga tentu cukup tinggi.

5. Deposito

Bukan hanya oleh orangtua saja, jenis investasi yang satu ini juga cukup banyak diminati oleh anak muda. Untuk Anda yang masih pemula dan mahasiswa, investasi dalam bentuk deposito ini tentu layak dijadikan sebagai pilihan. Dengan bunga pendapatan yang stabil dengan kisaran 5 hingga 8%, Anda tidak akan perlu repot-repot untuk mengelola investasi yang satu ini.

Mulai Sejak Dini, Pilih Investasi yang Tepat

Melakukan investasi tidak harus setelah bekerja atau memiliki penghasilan. Anda dapat memulai aktifitas ini sejak dini, bahkan meski Anda masih berstatus mahasiswa. Untuk modal awal, Anda dapat memulainya dengan menyisihkan uang jajan dan menabungnya di tempat khusus, seperti celengan. Setelah terkumpul, segeralah setorkan untuk investasi yang Anda pilih. Sebelum itu, Anda juga perlu pertimbangkan antara keuntungan dan risiko setiap produk investasi. 

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda