Dituding Covid-kan Pasien Demi Keuntungan, Dinkes: Covid atau Bukan, Rumah Sakit Tetap Dapat Uang - Warta Brebes

Sabtu, 26 Desember 2020

Dituding Covid-kan Pasien Demi Keuntungan, Dinkes: Covid atau Bukan, Rumah Sakit Tetap Dapat Uang

PEMALANG - Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pemalang Mardiyanto menyampaikan, edukasi pencegahan Covid-19 di tengah masyarakat masih perlu ditingkatkan.

Sebab, menurutnya, masih banyak pihak keluarga pasien yang menolak pemakaman sesuai protokol pemakaman pasien Covid-19.

"Hingga sekarang kami masih sering ribut, hasil swab sudah jelas positif Covid-19, tetapi pihak keluarga mintanya pemakaman biasa, baru sesudah kami melibatkan petugas kepolisian, mulai lunak ini kan yang sulit," ujar Mardiyanto.

Penanganan jenazah pasien Covid-19, menurut Mardiyanto, telah sesuai prosedur untuk pengendalian dan pencegahan infeksi.

"Mungkin mereka beranggapan bahwa jenazah pasien Covid-19 tidak disucikan, padahal tetap kami sucikan, tetap kami salati," imbuhnya.

Ia pun meluruskan tudingan masyarakat yang beranggapan pihak rumah sakit kerap Covid-kan pasien demi mendapatkan keuntungan. Menurutnya, rumah sakit tidak mungkin Covid-kan pasien tanpa ada bukti nyata.

"Kami tidak mungkin Covid-kan pasien tanpa adanya bukti hasil lab, dan rumah sakit itu mau Covid-19 atau bukan tetap dapat uang," ungkap dia.

Hanya saja, diakui Mardiyanto, akan susah jika hasil swab bersangkutan belum keluar. Ini biasanya dialami jenazah pasien suspect corona.

"Yang menjadi kendala memang itu, hasil swab belum keluar, pihak keluarga menanyakan bukti, ini yang sulit," terangnya.

Kondisi pasien suspect meninggal juga pernah dialami seorang keluarga di Wanarejan Utara Kecamatan Taman, pada Senin (9/11) lalu. Keluarga meyakini almarhum Suwarno (44), mengembuskan napas terakhir sebab penyakit lain, bukan Covid-19.

Sesudah sempat bersitegang dengan pihak rumah sakit, jenazah akhirnya dibawa pulang keluarga tanpa penerapan protokol Covid-19.

Terpisah, Kepala Puskesmas Kabunan Kecamatan Taman dr Hadi menyampaikan, pasien dinyatakan suspect apabila mengalami demam, disertai batuk dan pilek, atau pasien usai melakukan perjalanan luar kota. Juga pasien yang berasal dari wilayah zona corona.

"Kalau memang suspect, pemakamannya kami memakai protokol Covid-19 demi pencegahan. Namun kalau pihak keluarga menolak dimakamkan dengan prosedur pemakaman Covid-19, anggota keluarga harus membuat surat pernyataan menolak," katanya.

Diketahui, hingga Sabtu (26/12), jumlah pasien positif Covid-19 di Pemalang kini mencapai 2.380 kasus. Rinciannya 1.608 sembuh, 636 pasien masih dirawat, dan 136 pasien meninggal dunia.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda