-->

Ketua DPC PKB Brebes Minta Pemerintah Prioritaskan Santri Ponpes Dapat Vaksin


BREBES - Dua hari mendatang, tepatnya 26 Desember 2020, ribuan santri di Kabupaten Brebes secara bertahap kembali ke pondok pesantren (Ponpes) masing-masing. Ketua DPC PKB Brebes Zubad Fahillatah meminta agar pemerintah dapat memprioritaskan santri Ponpes untuk vaksinasi gratis.

“Kami mendesak kepada pemerintah segera merealisasikan program vaksin gratis itu. Juga prioritaskan santri Ponpes untuk divaksin. Karena para santri di Ponpes memiliki tingkat risiko terpapar COVID-19 yang cukup tinggi,” ujar Ketua DPC PKB Brebes Zubad Fahillatah, Kamis (24/12).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Brebes tahun 2019, sebanyak 124 Ponpes tersebar di 17 Kecamatan. Dari jumlah itu, lebih dari 22 ribu terdiri dari santri perempuan dan laki-laki. “Dengan jumlah santri mencapai puluhan ribu ini butuh perhatian khusus terkait vaksin COVID-19. Apalagi, di Brebes sudah kehilangan kiai di Ponpes akibat COVID-19,” terangnya.

Pria yang juga pimpinan DPRD Brebes itu mengungkapkan, para santri merupakan kalangan yang menuntut interaksi lebih intens. “Kami mendukung vaksin yang sudah tersedia dapat diprioritaskan ke para santri di Ponpes. Paling tidak diberikan secara bertahap,” paparnya.

Selain vaksinasi gratis, ujar Zubad, yang dibutuhkan kalangan Ponpes adalah penyediaan infrastruktur atau fasilitas untuk mencegah penyebaran COVID-19. “Memang ini lebih penting, menurut saya, untuk pesantren. Misalnya pemenuhan masker, hand sanitizer, dan disinfektan. Juga vitamin bagi santri,” ungkapnya.

Berdasarkan Data Kementerian Agama, sebanyak 6.279 santri tertular COVID-19 di 81 ponpes di 52 kabupaten/kota sejak awal pandemi hingga pertengahan bulan Desember. Dari jumlah itu, sebanyak 6.237 berhasil sembuh. Meski begitu, klaster-klaster penularan di Ponpes hingga saat ini masih terus bermunculan.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kemenkes menetapkan enam vaksin virus COVID-19 yang akan digunakan di Indonesia.  Adapun jenis vaksin yang akan digunakan adalah yang diproduksi dari PT Bio Farma (Persero), AstraZeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc and BioNTech, dan Sinovac Biotech Ltd. Sejumlah vaksin ini akan diedarkan ke masyarakat, setelah mendapat persetujuan penggunaan darurat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel