-->

23 Prospek Kerja Teknik Industri Terbaru

Anda ingin masuk ke program studi teknik industri? Tetapi masih galau apa saja prospek kerja dan karir yang tepat ketika Anda sudah menjadi lulusan teknik industri?

Kali ini wartabrebes.com akan membahas terkait peluang kerja dari lulusan teknik industri dan berapa gaji yang akan didapatkan.

Selanjutnya, wartabrebes.com akan membahas beberapa universitas yang membuka program studi teknik industri.

Barangkali, Anda masih bingung ingin mendaftar ke universitas mana yang ada program studi teknik industri?

Entah itu perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta atau Anda ingin melanjutkan kuliah ke luar negeri.

Sebelum mengenal lebih jauh terkait prospek kerja dari seorang lulusan teknik industri, alangkah baiknya simak dahulu tentang jurusan teknik industri.

Apa itu Teknik Industri?

Teknik industri merupakan ilmu yang mempelajari tentang bagaimana membuat atau melakukan sesuatu menjadi lebih baik yakni berupa mengurangi biaya produksi, meningkatan efisiensi, peningkatan kualitas produk/layanan, memastikan kesehatan dan keselamatan pekerja, melindungi lingkungan, serta mematuhi peraturan yang ada.

Contoh nyata dari pekerjaan engineer teknik industri antara lain mempercepat proses pengiriman barang, membuat jalur perakitan lebih aman dan efisien, memperpendek jalur roller-coaster, melakukan analisis produk, perencanaan marketing, masih banyak lagi.

Seorang engineer teknik industri akan bekerja sama dalam tim bersama dengan profesional lain, teknisi, dan staf produksi.

Apa Saja Tugas dari Engineer Lulusan Teknik Industri?

 Anda ingin tahu apa saja tugas dari engineer teknik industri ketika bekerja di suatu tempat?

Secara umum, tugas dari seorang engineer teknik industri yaitu mengurangi dan menghilangkan pemborosan dalam proses produksi.

Lebih spesifik lagi, tugas seorang engineer teknik industri antara lain:

Meninjau jadwal produksi, menentukan spesifikasi, menentukan aliran proses, dan informasi lain dalam aktivitas yang berjalan dalam bidang manufaktur dan jasa.

Mengembangkan sistem kontrol manajemen dalam membuat perencaan keuangan dan analisis biaya lebih efisien.

Merancang sistem kontrol untuk koordinasi kegiatan dan melakukan perencanaan produksi untuk memastikan produk sesuai dengan standar kualitas.

Melakukan kontrol prosedur kualitas untuk menyelesaikan masalah produksi maupun meminimalkan biaya.

Berdiskusi dengan klien dan staf tentang spesifikasi produk, vendor pembelian, personel manajemen tentang manufaktur.

Akan tetapi, seorang engineer teknik industri akan melakukan implementasi keterampilannya ke banyak kondisi yang berbeda mulai dari manufaktur sampai sistem perawatan kesehatan sampai dengan administrasi bisnis.

Apa saja skill yang harus dimiliki lulusan teknik industri?

Anda ingin menjadi seorang insinyur teknik industri yang profesional?

Berikut ini adalah beberapa skill atau kemampuan bagi Anda yang ingin menjadi seorang insinyur teknik industri antara lain:

Kemampuan Menulis – Insinyur industri harus mampu menyiapkan dokumen ke insinyur lain atau ilmuwan lain, maupun untuk digunakan sebagai referensi di masa yang akan datang. Dokumentasi tersebut harus jelas sehingga informasi dapat dimengerti dengan mudah.

Kemampuan Berbicara – Terkadang seorang engineer teknik industri harus mampu menjelaskan instruksi kepada staf maupun teknisi sebelum menyediakan instruksi tertulis. Skill ini dibutuhkan untuk mencegah terjadinya kesalahan yang merugikan serta mencegah kerugian waktu.

Kemampuan Matematika – Sebagai lulusan teknik industri, Anda akan menggunakan ilmu matematika termasuk prinsip kalkulus, trigonometri, dan topik lainnya untuk melakukan analisis desain serta problem solving dalam pekerjaan.

Kemampuan Problem Solving – Ketika merancang suatu produk atau fasilitas dalam penyediaan layanan, para engineer industri akan mengalami beberapa masalah sekaligus mulai dari keselamatan pekerja sampai dengan jaminan kualitas produk.

Kemampuan Mendengarkan – Walaupun insinyur teknik industri bekerja sama dalam suatu tim, akan tetapi Anda harus memiliki kemampuan dalam meminta feedback dari para customer, vendor, dan staf produksi. Anda harus dapat mendengarkan ide dan masalah dari pelanggan atau klien.

Kemampuan Berpikir Kritis – Sebagai seorang insinyur industri, Anda akan membuat sistem baru untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan pemborosan. Maka dari itu, pemecahan masalah tersebut membutuhkan logika dan penalaran guna analisis kekuatan dan kelemahan.

Kemampuan Berkreativitas – Seorang insinyur industri harus mampu menggunakan kreativitas dan kecerdasannya untuk merancang proses produksi baru dalam berbagai jenis situasi dalam mengurangi penggunaan sumber daya.

Prospek Kerja Teknik Industri

Tentunya, ilmu dari teknik industri sangat penting bagi suatu organisasi maupun perusahaan yang bergerak di berbagai bidang.         

Sehingga tidak heran banyak pekerjaan yang membutuhkan lulusan teknik industri untuk mengisi berbagai macam jenis pekerjaan.

Pastinya, Anda dapat bekerja di lembaga pemerintahan, instansi, lembaga independen, industri, perusahaan multinasional, perusahaan swasta, Start up, maupun perusahaan BUMN.

Ada banyak peluang kerja yang dapat diambil untuk lulusan teknik industri ini antara lain:

1. Quality Engineer

Quality engineer yaitu seorang engineer yang bekerja untuk memastikan kualitas keseluruhan produk yang diproduksi.

Sebagai seorang quality engineer, Anda akan bertugas dalam membuat dokumentasi, merancang uji kualitas, serta menentukan kriteria yang dipenuhi dari hasil tes.

Quality engineer bekerja dalam tim profesional yang lebih luas dengan tujuan memastikan bahwa produk akhir akan aman, andal, dan memenuhi harapan pelanggan dengan menjaga proses produksi sebaik dan seefisien mungkin.

Dalam banyak industri, Anda biasanya memerlukan pemahaman lanjutan dan mendalam tentang proses manufaktur untuk menjalankan peranan sebagai quality engineer.

Selain itu, peran quality engineer bisa sangat bervariasi antara perusahaan satu dengan perusahaan lainnya.

Dalam operasional manufaktur yang lebih besar, insinyur teknik industri bidang quality engineer dapat memiliki fokus atau keahlian tertentu seperti Quality Assurance, Quality Control, Six Sigma, Quality Design, serta Reliability Engineering.

2. Production Engineer

Menjadi seorang production engineer bertanggung jawab dalam perancangan yang tepat tetang bagaimana sesuatu akan dibuat, mesin apa yang akan membuatnya, bagaimana sesuatu dapat dibuat aman, serta efisien.

Tugas dari seorang production engineer yakni semua tentang produk dan proses.

Produk ini bisa apa saja yakni mulai dari koran, botol, kaleng, maupun perangkat keras smartphone.

Selain itu, seorang production engineer akan bertugas untuk mengawasi dan meningkatkan produksi di pabrik.

Tugas Anda juga melakukan dukungan tim engineer, menyusun protokol keselamatan, melaporkan masalah kepada manajer, dan mengembangkan strategi untuk meningkatkan efisiensi serta keuntungan.

3. SCM Consultant

SCM Consultant atau Supply Chain Management Consultant bekerja untuk membantu perusahaan menyempurnakan rantai pasokan dalam hal biaya, keandalan, efisiensi, ketangkasan, serta ketangguhan.

Sebagai seorang SCM consultant mengkhususkan diri dalam melakukan penelitian dan analisis untuk mengembangkan strategi layanan optimal.

SCM consultant biasanya bekerja di industri manufaktur bertanggung jawab dalam pemantauan investaris dan aliran pasokan bahan, berhubungan dengan vendor dan pemasok, berkoordinasi dengan berbagai departemen dalam pengumpulan data, melakukan identifikasi kekuatan dan kelemahan operasi, serta menyarankan tindakan area yang memerlukan perbaikan.

Selain itu, ketika Anda berkarir menjadi SCM consultant penting dalam membuat dan melakukan rekomendasi rencana bisnis dengan memathui kebijakan dan peraturan dari perusahaan.

4. Operations Consultant

Operations consultant akan bekerja pada klien untuk melakukan dukungan terhadap efisiensi dari value chain.

Layanan dari operations consultant termasuk menerapkan dan mengembangkan model target layanan serta melakukan program pengurangan biaya dan mengoptimalkan proses bisnis.

Ketika Anda berkarir sebagai operation consultant maka Anda akan bertanggung jawab dalam proses bisnis fungsional, sistem manajemen, implementasi perubahan model operasi target, sistem budaya dan bagian elemen lain dari value chain.

Selain itu, operations consultant juga bertugas dalam merancang dan melakukan transformasi bisnis baik fungsi primer maupun sekunder.

Contoh nyata dari operations consultant termasuk meningkatkan pengalaman pengguna, meningkatkan efisiensi logistik dari rantai pasok, mendesain ulang sumber bahan, meningkatkan manfaat teknologi IT untuk bekerja, serta masih banyak lagi lainnya.

5. Demand Planner

Anda lulusan teknik industri dan tertarik berkarir menjadi seorang demand planner? Tentunya bisa!

Seorang demand planner berperan sangat penting dalam memainkan peran dalam rantai pasokan di suatu perusahaan.

Ketika Anda bekerja di bidang demand planner, maka Anda akan menggunakan data analistis, data pemasaran, serta data penjualan untuk memprediksi permintaan produk di masa yang akan datang dengan efektif.

Tugas Anda sebagai demand planner yaitu merencanakan aliran inventaris, melakukan analisis data statistik, dan menghasilkan suatu solusi peramalan untuk mengambil suatu keputusan.

6. Facility Engineer

Facility engineer akan bertanggung jawab dalam merencanakan, meninjau, melaksanakan, dan memelihara infrastruktur atau suatu fasilitas maupun peralatan gedung.

Sebagai facility engineer, Anda akan melakukan analisis proses operasional, melakukan alokasi sumber daya, penggunaan dari energi, dan proses keselamatan, serta menerapkan perbaikan.

Seorang facility engineer dapat bekerja di kantor maupun di lapangan secara langsung tergantung dari sifat proyeknya.

Anda akan bekerja sama dengan pekerja di bidang lain dalam pekerjaan sehari-hari tergantung karena bisa saja sangat beragam.

7. Data Scientist

Jaman sekarang ini tentunya semakin banyak pertumbuhan data akan membuat tuntutan dalam pengolahan data untuk menjadi semakin cepat dan efisien.

Seorang data scientist sangat diperlukan dalam riset pasar dan bisnis untuk mengetahui sebuah tren dan peluang dalam suatu bisnis yang menjanjikan.

Data scientist bertugas dan bertanggung jawab dalam membersihkan, memproses, serta mengolah berbagai macam data yang dikumpulkan.

Banyak perusahaan besar maupun perusahaan swasta yang membutuhkan lowongan karir untuk bekerja sebagai data scientist ini antara lain PT Astra International, Tokopedia, Bukalapak, Gojek, PT Bank Central Asia, dan masih banyak lagi.

8. Data Engineer

Selain menjadi data scientist, sebagai lulusan dari teknik industri Anda dapat berkarir menjadi seorang data engineer yang tentunya berurusan dengan data juga.

Data engineer bertugas dalam mempersiapkan infrastruktur dari data.

Lebih detail lagi, Anda akan bertanggung jawab dalam mempersiapkan produksi data baik dalam bentuk format, realibilitas data, skalabilitas data, dan keamanan sebuah data.

Untuk menjadi seorang data engineer, alangkah baiknya Anda memiliki latar belakang sebagai software engineer dan memiliki kemampuan bahasa pemrograman seperti Python, R, serta SQL.

Selain itu, sebagai data engineer maka Anda akan sering bekerja sama dengan data scientist untuk mentransformasikan big data menjadi informasi yang berharga dan bisa berguna.

9. Dosen / Pengajar

Barangkali Anda sebagai lulusan teknik industri ingin berkarir sebagai pengajar, tentunya sangat bisa.

Anda dapat mengabdi untuk perguruan tinggi maupun menjadi pengajar di sekolah menengah kejuruan (SMK).

Akan tetapi, untuk menjadi seorang dosen Anda perlu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, minimal S2, dan bahkan beberapa perguruan tinggi memberikan syarat minimal S-3.

10. PNS

Sebagai lulusan teknik industri, Anda berpeluang besar untuk bekerja menjadi pegawai negeri sipil.

Banyak sekali lembaga maupun instansi pemerintah dan hampir setiap tahun membuka lowongan untuk menjadi PNS.

Ada banyak sekali manfaat jika Anda menjadi seorang PNS yakni gaji tetap dan tunjangan yang meningkat sesuai dengan jabatan.

Anda lulusan teknik industri dan tertarik untuk bekerja menjadi PNS?

11. BUMN

BUMN atau Badan Usaha Milik Negara adalah perusahaan yang mayoritas sahamnya dipegang oleh negara.

Ada banyak lowongan pekerjaan dari BUMN yang membutuhkan posisi dari lulusan teknik industri untuk mengisi berbagai macam posisi.

Perusahaan BUMN sangat banyak serta mengisi berbagai macam sektor termasuk bidang konstruksi, telekomunikasi, jasa, keuangan, perbankan, masih banyak lagi.

Beberapa contoh perusahaan BUMN yang cukup terkenal antara lain PT Telekomunikasi Indonesia, PT Bank Mandiri, PT Bank Negara Indonesia, PT Pegadaian, PT Wijaya Karya, PT Garuda Indonesia, PT Kereta Api Indonesia, dan sebagainya.

Selain itu, kelebihan lain yang dapat Anda dapatkan ketika bekerja di perusahaan BUMN antara lain jenjang karir, gaji tinggi, asuransi, bahkan mendapatkan beasiswa untuk studi lanjut.

12. Production Scheduler

Production scheduler yakni bertanggung jawab dalam koordinasi dan mengembangkan jadwal produksi setiap hari maupun setiap minggu untuk mencapai tujuan perusahaan.

Anda akan bertugas mencatat tingkat investaris dan menfasilitasi persediaan bahan serta komponen yang diperlukan.

Sebagai production scheduler, diharapkan Anda memilki keterampilan komputer serta pengetahuan dasar tentang penjadwalan dan produksi.

Selain itu, sebagai production scheduler Anda juga akan melakukan analisis data di masa lalu, masa sekarang untuk menghasilkan laproran, serta dapat menciptakan jadwal yang lebih efektif.

13. Procurement Analyst

Procurement analyst yakni bertugas mengembangkan berbagai pendekatan untuk mendapatkan kontrak dukungan eksternal dari pasar yang sejalan dengan industri saat ini.

Secara garis besar, procurement analyst akan menjadi penghubung antara pegawai dengan vendor.

Pekerjaan ini memiliki peran penting dalam proses manajemen dari rantai pasokan.

Anda akan bertugas dalam melakukan penelitian pada pemasok termasuk mengumpulkan informasi basis data vendor, memeriksa vendor, negosiasi kontrak, serta memberikan kesepakatan pada pembuat keputusan.

14. Reliability Engineer

Anda lulusan teknik industri dan tertarik berkarir di bidang reliability engineer?

Seorang reliability engineer bertugas dalam mengawasi penilaian dan pengelolaan keandalan operasi yang bisa mempengaruhi produk atau bisnis.

Reliability engineer memiliki peranan kunci dalam siklus produk.

Anda akan membantu pengujian proses serta melihat kegagalan maupun masalah yang kemungkinan akan terjadi.

Fokus utama dari reliability engineer yakni menentukan keandalan komponen, peralatan, dan proses.

Pekerjaan ini membantu menghindari masalah serta membantu mempertahankan produktivitas dan efisiensi tingkat tinggi.

Sehingga, dengan adanya reliability engineer maka akan membantu dalam meminimalkan risiko serta dampak kegagalan dalam proses.

15. Transport Planner

Transport planner bertugas dalam mencari cara yang tepat untuk meningkatkan dan mengelola sistem transportasi baik di tingkat lokal, regional, nasional maupun internasional.

Sebagai transport planner, Anda akan mengerjakan kebijakan proyek dan rencana yang berkaitan dengan semua jenis sistem transportasi antara lain jalan raya untuk pengunaan mobil, truk, bus, sistem jaringan rel, perjalanan udara, dan sistem pejalan kaki, maupun pesepeda.

Anda akan dituntut mengembangkan strategi transportasi dan meningkatkan efisiensi perjalanan individu maupun pengangkutan barang.

Namun, sebagai transport planner Anda harus mempertimbangkan berbagai masalah seperti efisiensi, keselamatan, perubahan iklim, lingkungan, serta ekonomi.

16. Logistic Engineer

Anda tertarik menjadi logistic engineer (ahli logistik) dan ingin berkarir ke salah satu prospek kerja teknik industri?

Logistic engineer yakni bertugas merancang dan menganalisis solusi dari operasional untuk proyek seperti melakukan pengoptimalan transportasi, pemodelan jaringan, analisis proses proses dan metode, pengurangan biaya, pengoptimalan rute dan pengiriman, serta manajemen informasi.

Selanjutnya, sebagai seorang logistic engineer maka Anda akan meninjau komitmen kontrak, spesifikasi pelanggan, maupun informasi yang berkaitan dalam persyaratan logistik.

Logistic engineer memantau aktivitas yang mencakup pembelian, transportasi, inventaris serta pergudangan.

Selain itu, logistic engineer menggunakan sistem software untuk merencanakan serta melacak pergerakan produk.

Sehingga program perangkat lunak tersebut memang dirancang untuk mengelola fungsi logistik seperti pengadaan, manajemen inventaris, sistem manajemen, serta perencanaan rantai pasokan.

17. Automation and Robotics Engineer

Perkembangan teknologi di masa yang akan datang menjadi tanggung jawab yang besar sehingga otomasi dan robotika berperan sangat penting untuk umat manusia.

Pada hakikatnya, teknik otomasi dan robotika adalah bidang teknik yang berhubungan dengan desain serta pembuatan robot.

Automation robotics engineer memanfaatkan ilmu pengetahuan dari teknik komputer, mesin, kelistrikan, mekanik biologi, dan software.

Selanjutnya, ketika Anda berkarir di bidang ini maka Anda akan menggunakan sistem kendali dan teknologi informasi untuk mengurangi kebutuhan tenaga kerja manusia di pabrik, kantor, maupun rumah.

Robot-robot tersebut biasanya digunakan di dalam bidang industri, ilmu nuklir, layanan serta transmisi listrik, desain peralatan biomedis, perangkat eksplorasi laut, dan lainnya.

18. Market Researcher

Untuk menentukan target pemasaran suatu produk tentunya dibutuhkan seorang peneliti pasar yang berkompeten.

Market researcher dapat menjadi prospek kerja yang menjanjikan bagi lulusan teknik industri,.

Seorang market researcher, akan mengumpulkan dan menganalisis data untuk menjadi informasi agar membantu dalam membuat keputusan politik, sosial, serta ekonomi.

Kebanyakan Anda akan bekerja pada suatu perusahaan untuk mengumpulkan informasi tentang opini dari pelanggan, investasi, dan tren dari suatu pemasaran.

Penelitian pasar tersebut kemungkinan dapat mencakup penelitian yang bersifat kualitatif maupun penelitian bersifat kuantitatif.

19. Project Engineer

Project engineer bertugas dalam manajemen proyek teknik termasuk dalam manajemen personalia, anggaran biaya, serta penjadwalan memberikan hasil proyek yang sesuai dengan tujuan.

Seorang project engineer bertugas mempertimbangkan faktor keselamatan dari proyek serta meminimalkan risiko yang terjadi dalam suatu enginnering project.

Anda akan bertindak sebagai seorang koordinator yang berurusan dengan pemangku kepentingan di semua bidang proyek.

Sebagai project engineer Anda akan dituntut menafsirkan kebutuhan, harapan, serta batasan masing-masing, dan menyatukan tujuan proyek agar sukses.

20. Cost Engineer

Cost engineer yakni bertugas mengendalikan pengeluaran dari suatu proyek dengan tetap menjaga kualitas dan integritas struktural.

Biasanya, bidang kontruksi yakni industri umum yang membutuhkan cost engineer untuk menggunakan jasa dari pekerjaan ini.

Sebagai contoh, kontraktor membutuhkan material yang akan dibeli dengan harga terendah untuk memastikan pekerjaan tersebut menghasilkan suatu keuntungan.

Melakukan produksi dari bahan mentah tentunya memerlukan keseimbangan dari biaya keseluruhan termasuk limbah yang mungkin terjadi.

Sehingga cost engineer sangat diperlukan untuk menerapkan teori estimasi dalam pembelian material di masa depan untuk strategi bisnis yang sukses.

21. Environmental Health and Safety Engineer

Sebagai environmental health and safety engineer, Anda bertugas memantau kondisi alam serta dampak yang ditimbulkan oleh manusia pada kondisi tertentu.

Selain itu, Anda akan menilai kemungkinan bahaya yang mungkin ada, dari bahasa fisik seperti meluasnya dataran banjir serta permukaan gunung, hingga bahaya kontaminasi bahan kimia yang mungkin ada di tanah, udara, maupun air.

Environmental health and safety engineer akan melakukan analisis sampel jika ada risiko untuk mendapatkan solusi yang terbaik bagi ekosistem serta masyarakat.

Hal ini termasuk dalam proyek perbaikan air atau desain bangunan untuk bendungan dan tanggul.

Selain itu, tugas lain dari pekerjaan ini adalah mengusulkan masyarakat untuk daur ulang dan pengelolaan sampah dan mengedukasi masyarakat tentang dampak yang ditimbulkan manusia terhadap lingkungan.

22. Actuarial Analyst

Ilmu aktuaria saat ini sangat dibutuhkan sehingga banyak perguruan tinggi membuka program studi ini.

Sebagai lulusan teknik industri Anda dapat berkarir menjadi actuarial analyst.

Actuarial analyst bekerja di bidang industri asuransi menggunakan model statistik untuk menganalisis data serta menghitung kemungkinan dari biaya yang berkaitan dengan kejadian tertentu.

Kejadian tertentu yang akan dianalisis seperti kecelakaan, kerusakan properti, cedera, serta kematian.

Anda akan menggunakan hasil analisis tersebut untuk merancang serta menentukan harga polis dari asuransi.

Selain itu, pekerjaan ini juga akan memperkirakan kemungkinan terjadinya suatu bencana alam seperti gempa bumi, pandemi, angin topan, serangan teroris, serta menilai eksposur risiko perusahaan asuransi.

Baik dalam suatu organisasi asuransi maupun jasa keuangan, seorang actuarial analyst akan bertanggung jawab dalam mengumpulkan data dalam jumlah besar serta menggunakan proyeksi keuangan khusus.

Para actuarial analyst juga bertanggung jawab untuk mengumpulkan data yang relevan serta menulis laporan.

23. Product Analyst

Anda lulusan teknik industri dan ingin menjadi seorang product analyst?

Saat perusahaan melakukan pertimbangan untuk merancang atau merilis produk baru maupun membuat suatu perubahan pada produk yang sudah ada maka peran dari product analyst sangat berguna.

Sebagian besar product analyst mempunyai pengalaman bekerja dalam pemasaran atau pengembangan produk sebelum mengambil peran ini.

Peran dari product analyst biasanya melakukan penelitian segmen pasar serta berhubungan dengan manajer porduk untuk memastikan bisnis sesuai untuk setiap demografis.

Selain itu, product analyst juga berperan penting dalam pemahaman konkret tentang biaya produk termasuk biaya pengembangan, biaya penelitian, biaya produksi, serta biaya pemasaran.

Berapa Gaji Teknik Industri?

Anda ingin tahu berapa gaji dari lulusan teknik industri?

Tentunya, setiap pekerjaan memiliki gaji yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat pengalaman kerja serta kesulitan dari pekerjaan yang sedang digeluti.

Berdasarkan data dari PayScale, rata-rata gaji dari teknik industri di Amerika Serikat adalah sebesar $68,243 per tahun atau sebesar Rp 955,4 juta per tahun (kurs Rp 14.000).

Lalu bagaimana dengan gaji dari lulusan teknik industri ketika bekerja di Indonesia?

Berdasarkan data dari Gajimu, rentang gaji untuk lulusan teknik industri di Indonesia mempunyai rentang antara Rp 2,8 juta hingga Rp 11,3 juta per bulan.

Meskipun demikian, gaji tersebut akan terus bertambah seiring dengan kemampuan dan keahlian Anda dalam bekerja.

Di mana Tempat Untuk Kuliah Jurusan Teknik Industri?

Anda masih bingung ingin melanjutkan pendidikan kuliah di mana?

Banyak perguruan tinggi di Indonesia yang menyelenggarakan program studi teknik industri.

Banyak sekali perguruan tinggi negeri di Indonesia yang memiliki program studi teknik industri bahkan dengan akreditasi dari internasional.

Selain itu, tidak menutup kemungkinan juga ada banyak perguruan tinggi swasta dengan prodi teknik industri yang tidak kalah saing dengan PTN.

Untuk PTN yang menyelenggarakan program studi S1 Teknik Industri antara lain:

S1 Teknik Industri ITB – Bandung

S1 Teknik Industri UGM – Yogyakarta

S1 Teknik Industri UI – Depok

S1 Teknik Industri UNDIP – Semarang

S1 Teknik Industri USU – Medan

dst.

Bagi Anda yang ingin melanjutkan ke jurusan teknik industri di perguruan tinggi swasta antara lain:

S1 Teknik Industri Binus University – Jakarta

S1 Teknik Industri Universitas Islam Indonesia – Yogyakarta

S1 Teknik Industri Telkom University – Bandung

dst.

Selain itu, bagi Anda yang ingin melanjutkan kuliah teknik industri di luar negeri juga bisa banget.

Anda dapat mengambil program dengan biaya kuliah sendiri maupun mengambil program beasiswa yang disediakan oleh perusahaan maupun swasta.

Beberapa universitas di luar negeri yang membuka program industrial engineering antara lain:

Cornell University

Massachusetts Institute of Technology

University of Michigan

Georgia Institute of Technology

Dst.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel