5 Cara Memilih Softlens untuk Pemula - Warta Brebes

Selasa, 12 Januari 2021

5 Cara Memilih Softlens untuk Pemula

Bagi yang memiliki mata minus, kadang kacamata terasa menggangu kalau lagi ingin full make up dan pakai bulu mata palsu. Jadi meskipun tidak pakai softlens untuk daily, sesekali memang softlens ini dapat membantu dan diperlukan.

Nah, untuk yang baru coba-coba pakai softlens, pasti bingung kan mau membeli softlens merk apa dan varian apa? Kami punya beberapa cara untuk yang baru pertama kali mau membeli softlens.

1. Pastikan dulu angka minus dan kadar air mata Anda

Sama seperti kacamata, minus pada softlens juga harus tepat dengan mata kita. Karena kalau tidak tepat, alih-alih membantu pengelihatan, malah membuat pusing dan mengganggu aktivitas. Maka, langkah pertama sebelum membeli softlens ke optik yakni memeriksakan minus ke dokter mata.

Kami merekomendasikan ke dokter mata, walaupun sebagian besar optik pasti punya alat untuk memeriksa minus kita. Karena menurut kami hasil dari dokter lebih terjamin akurasinya. Setelah itu, baru bawa surat keterangan minus dari dokter mata Anda tersebut ke optik.

Di dokter mata juga bisa mengecek kadar air mata kita, sehingga dokter bisa merekomendasikan softlens yang cocok kita apakah yang kadar air tinggi (di atas 50%) atau kadar air rendah (di bawah 50%). Apabila produksi air mata Anda cenderung sedikit, biasanya akan direkomendasikan softlens berkadar air rendah, karena softlens dengan kadar air rendah juga akan sedikit menyerap air mata, sehingga mata tidak gampang kering. Namun apabila kondisi kadar air di mata Anda normal, biasanya akan direkomendasikan softlens berkadar air tinggi, yang dapat meneruskan oksigen lebih banyak ke mata.

2. Jangan tergiur harga yang murah

Di marketplace banyak sekali seller yang menjual softlens, dari harga ratusan ribu bahkan belasan ribu sepasang pun ada. Namun saran kami, beli di seller yang benar-benar tepercaya. Kalau bisa, untuk pembelian pertama, lebih baik beli offline di optik yang tepercaya. Karena tidak jarang ada seller yang nakal, menjual softlens yang tidak ber-BPOM atau bahkan menjual softlens yang seharusnya telah kadaluarsa serta sudah tidak layak pakai.

Pilih brand yang memang familier dan ada jaminan keamanannya seperti BPOM. Anda dapat melihat-lihat dulu review-nya di internet sebelum memutuskan untuk membeli salah satunya.

3. Sebaiknya pilih daily softlens dan pilih yang bening

Daily softlens merupakan softlens yang paling mudah digunakan dan higienis, karena hanya sekali pakai langsung buang, jadi tidak butuh penyimpanan dan perawatan setelah pemakaian. Memang harganya sedikit mahal, tapi jenis ini tepat sekali untuk pemula yang masih mau membiasakan diri memakai softlens. Kami juga menganjurkan memilih softlens bening karena memang ada jenis-jenis mata tertentu yang terlalu sensitif dengan softlens berwarna. Jadi untuk amannya, pada pemakaian pertama, pakai softlens yang bening saja.

 4. Jangan memilih softlens yang diameternya terlalu besar

Tapi kalau Anda memang ingin sekali langsung pakai softlens berwarna, pilih saja yang memiliki diameter normal atau 14 mm. Jangan memilih yang diameternya besar, apalagi yang sampai 16 mm. Softlens dengan diameter besar jelas akan lebih terasa mengganjal dan tidak nyaman digunakan, dibanding dengan softlens dengan diameter normal. Apalagi saat pertama akan memasangkan ke mata, softlens dengan diameter besar ini pasti akan terasa lebih mengintimidasi.

5. Pilih softlens yang tipis

Softlens yang tipis, memang akan lebih mudah robek, namun juga lebih nyaman selama digunakan. Sementara softlens yang tebal, memang lebih awet dan tidak mudah rusak, namun akan terasa lebih mengganjal ketika digunakan. Nah, untuk pemula, kami merekomendasikan softlen tipis, karena untuk pemula tentu lebih mengutamakan kenyamanan. Yang penting nyaman dan terbiasa dulu menggunakan softlens.

Selain tips memilih softlens di atas, perhatikan juga perawatan softlens Anda, ya. Ingat, jangan pakai softlens terlalu lama, apalagi sampai dibawa tidur.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda