5 Tips Anti Bokek Usai Libur Akhir Tahun - Warta Brebes

Minggu, 03 Januari 2021

5 Tips Anti Bokek Usai Libur Akhir Tahun

 

Libur panjang akhir tahun memang dipotong 3 hari. Dari total semula 11 hari menjadi 8 hari. Tetapi, tetap saja Anda dapat memanfaatkan jatah cuti tahunan yang tersisa untuk menggenapkan lagi menjadi libur 11 hari.

Walaupun masih kondisi pandemi, ada yang punya rencana pergi jalan-jalan menghabiskan jatah libur panjang. Entah itu liburan ke luar kota, atau hanya di dalam kota.

Ke manapun rencana liburan akhir tahun, sebaiknya Anda perlu mengatur keuangan agar gaji Desember tidak cepat habis.

Meski libur Natal dan Tahun Baru hanya staycation di rumah, pasti Anda ingin memanjakan diri. Misalnya masak makanan favorit, ngemil jajanan enak, atau malah belanja online. Semua itu butuh uang.

Kalau tidak mengatur keuangan sedari sekarang, khawatir tahu-tahu gaji sebulan ludes untuk hura-hura. Tidak ada lagi sisa untuk bertahan hidup di bulan Januari. sementara waktu gajian lagi masih lama.

Oleh karena itu, berikut tips mengatur keuangan saat libur panjang akhir tahun supaya tetap aman sampai gajian berikutnya.

Sisihkan 50% dari gaji untuk hidup di bulan Januari

Begitu menerima gaji bulan Desember, langsung sisihkan 50% untuk menyambung hidup di bulan Januari. Jangan menunggu sisa dari gaji.

Sebab kalau tidak segera disisihkan atau menunggu sisa gaji, maka tidak akan dapat mencapai separuhnya. Atau justru malah tidak ada sisa sama sekali.

Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari selama sebulan, uang itu untuk jaga-jaga bila uang sewa kos naik, ada teman main ke rumah, biaya ke dokter jika sakit tapi tidak punya dana darurat, atau pengeluaran dadakan lain.

Jadi misal gaji Rp 5 juta per bulan, harus disimpan setengahnya Rp 2,5 juta untuk biaya hidup bulan mendatang.

Simpan 25% untuk kebutuhan prioritas

Jika gaji Desember sudah disisihkan 50%, berarti ada sisa 50% lagi. Sisihkan separuhnya atau 25% untuk membayar sewa kos, tagihan listrik dan air, kuota internet, atau bayar cicilan utang.

Misal dari Rp 2,5 juta sisa gaji tadi, simpan Rp 1,25 juta untuk kebutuhan tersebut di bulan Januari. Kalau ternyata ada kenaikan pada pembayaran rutin di atas, bisa diambil kekurangannya dari simpanan 50% sebelumnya.

Terpenting, Anda mengamankan uang untuk kebutuhan utama. Anda tidak perlu lagi pusing memikirkan kewajiban tersebut karena sudah ada alokasi anggaran khusus. 

Dengan begitu, pasca libur panjang nanti, tidak ada istilah gali lubang demi mengisi dompet yang kosong.

Batasi bujet liburan 25%

Begitu anggaran kebutuhan prioritas dan simpanan untuk Januari aman, barulah Anda tenang dan nyaman berlibur. Tetapi ingat, Anda hanya punya sisa bujet 25%. Batasi biaya liburannya dengan keuangan yang tersedia.

Jangan memaksakan mencari pinjaman untuk liburan mewah. Kecuali Anda sudah menabung jauh-jauh hari untuk membiayai liburan tersebut.

Kalau sifatnya dadakan, pakai dana yang ada. Misalnya tersisa Rp 1,25 juta. Jika ingin ke luar kota, cari paket liburan murah meriah. Sekarang banyak agen travel yang menawarkan paket hemat harga terjangkau di masa pandemi.

Contoh ke Bali 3 hari 2 malam Rp 1,25 juta per orang. Sudah termasuk hotel, tiket pesawat PP, sampai sewa motor di tempat tujuan.

Mau yang dekat? Ada paket open trip pulang pergi seharian ke Bandung dan Sukabumi yang harganya mulai dari Rp 65 ribu saja. Yang menginap juga tersedia, seperti ke Yogyakarta, Malang, dan lainnya mulai dari Rp 300 ribuan.

Liburan tidak perlu mewah. Yang penting dapat menyegarkan otak, pikiran fresh, hati senang, sehingga begitu kembali bekerja penuh dengan semangat.

Stop sementara jajan di luar

Meski sudah mengatur keuangan dan membatasi bujet liburan, tidak berarti Anda boleh boros, menghabiskannya. Kalau dapat berhemat, bukankah lebih bagus?

Maka dari itu, bila Anda dapat mendapatkan manfaat yang sama dengan liburan ke tempat yang lebih murah, untuk apa pilih yang mahal.

Begitu pun dengan uang yang telah Anda sisihkan untuk pembayaran rutin dan biaya hidup di Januari. Jika masih dapat dihemat, kenapa tidak.

Sebaiknya stop dulu pengeluaran yang masih dapat ditunda, seperti jajan cemilan kekinian, makan di restoran, atau hal lain yang berupa kesenangan pribadi.

Dari penghematan tersebut, uangnya ditabung atau dialokasikan untuk dana darurat. Yang sifatnya untuk masa depan.

Tak perlu belanja oleh-oleh

Salah satu kebiasaan kalau lagi liburan, belanja oleh-oleh. Ada yang menganggap membeli oleh-oleh suatu keharusan. Tidak afdhol rasanya pulang liburan tidak nenteng oleh-oleh.

Cara berpikir seperti ini salah besar. Boleh saja membeli oleh-oleh kalau memang ada uangnya. Sudah ada alokasi dananya.

Jika tidak ada dananya, tidak perlu dipaksakan. Apalagi sampai mengutak atik simpanan uang untuk biaya hidup dan pembayaran rutin di bulan Januari. Bisa beli oleh-oleh, tetapi setelah itu, gigit jari karena gaji ludes.

Rencanakan Liburan Jauh-jauh Hari

Sebetulnya tips agar keuangan aman saat libur panjang ialah merencanakan liburan jauh-jauh hari. Begitu jadwal libur nasional, cuti bersama dari pemerintah keluar, buat rencana yang matang untuk biaya plesiran.

Anda dapat mulai menabung sejak awal tahun dengan menyisihkan sebahagian dari gaji. Dengan begitu, ada bujet khusus liburan. Jadi tidak akan mengganggu keuangan, terutama pada anggaran wajib.  

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda