Mulai Langka, Cabai di Cilacap Tembus Rp 110 Ribu - Warta Brebes

Minggu, 03 Januari 2021

Mulai Langka, Cabai di Cilacap Tembus Rp 110 Ribu

 

CILACAP - Harga cabai di Kabupaten Cilacap mencapai Rp 110 ribu per kilo gram. Ini terjadi, Jumat (1/1) dan Sabtu (2/1) sore. "Itu pun barangnya tidak ada," ungkap Marhamah, pedagang di Pasar Limbangan Kecamatan Cilacap Utara, Sabtu (2/1) lalu.

Harga cabai mulai menurun pada Minggu (3/1) kemarin. Pedagang di Pasar Sidodadi atau Sangkal Putung Kelurahan Sidangera Kecamatan Cilacap Tengah menyatakan, kelangkaan cabai hanya terjadi dua hari, Jumat dan Sabtu, pada hari Minggu kemarin, pihaknya mulai kembali dikirim cabai.

"Sabtu sore kami mulai dikirim cabai lagi, harganya masih tinggi, kita jual Rp 70 ribu per kg," ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Cilacap Umar Said melalui Kasi Stabilitas Harga Warsun menyatakan, kelangkaan cabai disebabkan oleh suplai cabai ke pasar yang berkurang memasuki tahun 2021.

"Mungkin karena pengaruh cuaca hujan, dan liburan. Tapi hari ini (kemarin, red mulai menurun lagi," tuturnya, kemarin.

Faktor hujan dan libur tahun baru menurut ia, cukup berpengaruh terhadap produksi cabai. Suplai cabai ke Cilacap sendiri, cukup tergantung pada kiriman dari luar daerah, seperti Kretek, Wonosobo, hingga Banjarpatroman.

"Sebagian besar kebutuhan cabai Cilacap masih ditopang luar daerah," tambahnya.

Komoditas cabai diakui adalah komoditas yang cukup flutuatif. Kelangkaan cabai saat ini menurut ia bukan hanya disebabkan oleh momen libur natal dan tahun baru, atau iklim yang tidak menentu.

"Bukan hanya karena tahun baru atau hujan, terkadang suplainya juga berkurang. Dari sekian komoditas yang ada, cabai merupakan komoditas yang paling fluktuatif, karena setahun dapat sepuluh kali fluktuatif cabai ini," jelasnya.

Tak seperti komoditas lain, yang sering mengalami kenaikan di momen tahun baru dan lebaran. Cabai menurutnya tidak mengenal momen tersebut. Ketika produksi menurun dan berkurang, harga pasti naik.

"Itu cabai fluktuatif, kalau produk lain biasanya momen-momen tertentu ada kenaikan," katanya.

Pada momen natal dan tahun baru 2021, selain kenaikan harga cabai, harga daging ayam sempat naik menjelang tahun baru. Dari sebelumnya satu kilo gram Rp 34.000, naik Rp2.000 atau menjadi Rp 36.000.

"Padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) daging ayam Rp 35.000, kita pantau sempat Rp 36.000 di pasar. Tapi hari ini kita pantau kembali lagi ke Rp 34.000-Rp35.000," paparnya.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda