Pedagang Menjerit di Tengah Kenaikan Harga Daging Sapi - Warta Brebes

Senin, 25 Januari 2021

Pedagang Menjerit di Tengah Kenaikan Harga Daging Sapi

Foto: Dokumentasi Swa.co.id

JAKARTA - Riyanto, pedagang daging sapi di Pasar Inpres Ciracas, Jakarta Timur, bersikeras meyakinkan pembeli yang tidak percaya seperempat kilogram harga daging sapi mencapai Rp 35 ribu.

Di seberangnya, si pembeli tampak tidak mau rugi terus menawar. Kali ini, dia menawar untuk setengah kg daging sapi dengan harga Rp 55 ribu.

Mulut Riyanto komat-kamit. Dia terlihat menjaga kekesalannya. Tapi, pertahanannya runtuh. Dia menyerah, melepas setengah kg daging sapi di harga Rp 60 ribu.

Menurut Riyanto, dari penjualan itu, dia hanya mengantongi untung Rp 5.000. "Sekarang, satu kg (daging sapi) Rp 110 ribu. Kalau dijual seperempat kg Rp 27.500, untungnya dimana?," katanya mengeluh, saat ditemui CNNIndonesia.com, Senin (25/1).

Dia bukan satu-satunya pedagang yang 'diteriakkan' mahal oleh pembeli. Semua pedagang pun mengalami hal serupa.

Dia menilai kenaikan harga daging sapi berasal dari rumah pemotongan hewan (RPH) yang memasok kepada pedagang. Harga dari RPH bahkan disebut sempat Rp 125 ribu per kg.

Tidak kuat dengan harga tinggi, pedagang sempat menggelar aksi mogok. Di Pasar Ciracas, mogok berlangsung selama dua hari, yaitu Sabtu dan Minggu, 23-24 Januari. "Baru buka lagi hari ini karena harga sudah turun jadi Rp110 ribu," imbuh Riyanto.

Fandi, pedagang lainnya, menyatakan hampir seluruh pedagang di pasar tradisional Jakarta Timur mengambil dagangan dari RPH di wilayah Pondok Gede, Bekasi. Namun, beberapa juga mengambil dari wilayah lain, seperti Cakung.

Ketika harga per kg daging di RPH dihargai Rp 120 ribu, banyak pedagang yang memutuskan untuk berhenti berjualan sebelum menjalankan aksi mogok.

Pasalnya, tak ada lagi pembeli yang memborong dagangan mereka jika harga naik. Imbasnya, mereka terpaksa jual rugi setiap hari.

"Sekarang kalau kita jual Rp 120 ribu per kg, orang bisa beli setengah kg Rp 50 ribu jadi Rp 60 ribu. Kita enggak ambil untung itu, mas ada yang enggak mau," jelasnya.

Beruntung pemerintah lewat Kementerian Perdagangan telah turun tangan. RPH pun kembali menurunkan harga ke kisaran Rp 110 ribu per kg. Ia berharap pemerintah terus mengawasi agar harga dapat stabil, termasuk melindungi para pedagang yang bergantung dari pemasukan harian.

"Kondisi lagi susah begini. Harian kalau enggak ada, kita enggak bisa makan. Bayar tagihan macam-macam harus ada pendapatan juga," tuturnya.

Dikutip dari Cnnindonesia.com, Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) hari ini melansir harga daging sapi kualitas II di pasar tradisional Jakarta berada di kisaran Rp 127.500 per kg dan kualitas I dibanderol Rp139.150 per kg.

Ketua DPP Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Asnawi menyatakan aksi mogok yang sempat dilakukan pedagang sebagai bentuk protes kepada pemerintah atas tingginya harga daging sapi. Harga tinggi daging sapi telah berlangsung sejak Desember 2020.

"Ada kenaikan harga yang sangat tinggi, yang tidak sesuai logika akal sehat, yang sebenarnya sangat tidak mungkin untuk pedagang menaikkan harga sampai Rp 130 ribu per kg di tengah kondisi ekonomi seperti ini," jelas Asnawi pekan lalu.

Asnawi menyatakan harga daging sapi di tingkat pedagang eceran naik sampai Rp 130 ribu per kg karena harga beli dari distributor meningkat sekitar Rp 10 ribu sampai Rp 12 ribu per kg dari harga terakhir Rp 115 ribu per kg.

Artinya, harga pembelian kini berada di kisaran Rp 125 ribu sampai Rp 127 ribu per kg di tingkat distributor ke eceran. "Dengan HPP sudah Rp 127 ribu, ya seharusnya pedagang jual mulai Rp 130 ribu per kg, bahkan lebih sedikit," ujarnya.

Sayangnya, kenaikan harga daging sapi tidak sejalan dengan nasib para pedagang. Pedagang justru menelan kerugian akibat kondisi itu. Sebab, tingginya harga daging sapi menurunkan minat beli masyarakat.

"Kalau harga tinggi karena permintaan naik, itu untung. Tapi, ini rugi dan ketika sudah rugi selama ini, apa mungkin mereka harus bertahan lagi sampai dua tiga bulan ke depan? Tentu tidak," tandasnya.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda