-->

Pemerintah Pusat Siap Bangun Kembali Jembatan KA yang Putus di Tonjong

BREBES – Jakarta, 12 Januari 2021, Pemerintah dalam hal ini Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan akan membangun kembali Jembatan KA baru sebagai pengganti putusnya jembatan KA yang roboh akibat banjir.

Seperti diberitakan sebelumnya, Senin, 11 Januari 2021 pukul 21.30 WIB, Jembatan Rel Kereta Api (KA), BH 1120 bentang 180 meter antara petak jalan Stasiun Bumiayu – Linggapura pada KM 305/56 Dukuh Timbang, Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, putus akibat banjir.

Jembatan ini berada di jalur ganda lintas Selatan Jawa yang menghubungkan Jakarta-Surabaya.

“Jembatan ini terputus akibat meluapnya sungai Glagah yang menggerus struktur dasar bangunan tiang jembatan. Hujan terus menerus dengan intesitas tinggi di Brebes menyebabkan banjir dengan arus deras yang mengakibatkan tiang pilar jembatan setinggi 22 meter putus dan patah, dan bantalan Rel sepanjang 50 meter mengalami hal yang sama,” demikian disampaikan Direktur Prasarana Perkeretaapian Heru Wisnu Wibowo melalui relese persnya yang diterima Wartabrebes.com, Selasa (12/1).

Kejadian ini menyebabkan gangguan perjalanan KA sehingga berdampak pada perubahan pola operasi perjalanan KA. Beberapa KA perjalanannya harus memutar lewat Kroya – Bandung – Cikampek, diantaranya KA Gajayana relasi Malang – Gambir, KA Argo Dwipangga relasi Solobalapan – Gambir, KA Bima relasi Malang – Gambir, KA Bengawan relasi Purwosari – Pasar Senen, KA Jayakarta relasi Surabaya Gubeng – Pasar Senen dan KA Senja Utama Solo relasi Solobalapan – Pasarsenen. Sedangkan perjalanan KA yang memutar melewati Prupuk – Tegal di antaranya yakni KA Gajayana relasi Gambir – Malang dan KA Parcel Tengah.

”Saya memberikan apresiasi kepada PT. KAI yang sudah melakukan pantauan di daerah rawan, mendeteksi secara dini adanya potensi gogosan akibat aliran sungai oleh banjir yang meluap, sehingga langsung dilakukan langkah pencegahan dan perubahan pola operasi perjalanan kereta api yang melintas di jalur tersebut,” jelas Heru.

Jembatan ini berada pada jalur ganda dan struktur jembatan antara jalur hulu dan hilir terpisah, sehingga setelah dilakukan evaluasi terhadap jembatan yang sebelahnya masih kuat dilalui KA.

“Alhamdiulillah saat ini lintas ini sudah dapat dilewati KA dengan satu jalur dengan pembatasan kecepatan” ujar Heru.

Lebih lanjut Heru mengungkapkan pihaknya akan segera melakukan pembuatan jembatan baru untuk mengganti jembatan yang putus ini. “Untuk langkah ke depan kami akan evaluasi penanganan jembatan lama yang putus dengan bangunan baru menggunakan alokasi dana IMO mengingat konstruksi jembatan lama masih menggunakan pondasi dangkal”.

Heru juga berpesan kepada Operator dan Balai Teknik Perkeretaapian untuk lebih waspada lagi di musim penghunjan ini. “Saya minta PT. KAI dan Balai Teknik untuk memantau semua kondisi jembatan, khususnya bangunan lama dan mendeteksi dini potensi banjir besar yang dapat mengganggu bangunan KA, termasuk jalur atau daerah rawan longsor yang dapat berpotensi mengganggu perjalanan KA” tandasnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel