-->

Pemerintah Pusat Sudah Transfer Uang ke Daerah dan Dana Desa Rp 762,53 Triliun

Foto: Dokumentasi Market.bisnis.com

Pemerintah sudah menyalurkan transnfer ke daerah dan dana desa (TKDD) per 31 Desember 2020 sebesar Rp 762,53 triliun atau 99,82 persen dari pagu APBN Perpres Nomor 72 Tahun 2020.

Jumlah itu, secara nominal penyaluran TKDD tersebut turun 5,99 persen namun secara persentase realisasi mengalami peningkatan.

"Meskipun secara nominal terlihat menurun sebesar 5,99 persen (yoy), namun secara persentase realisasi terdapat peningkatan dibandingkan tahun 2019 yang hanya 98,1 persen," seperti dikutip dari Buku APBN KiTa, Jakarta, kemarin (17/1).

Percepatan tersebut dilakukan dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi di daerah. Ia menjelaskan, realisasi penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) hingga akhir Desember 2020 sebesar Rp93,91 triliun atau 108,66 persen dari pagu anggaran.

Realisasi ini terdiri atas penyaluran DBH TA 2020 sebesar Rp 54,34 triliun dan penyaluran KB DBH sebesar Rp 39,56 triliun. Keduanya mengalami penurunan sebesar 9,69 persen (yoy). Pencapaian itu sejalan dengan turunnya pagu DBH akibat penyesuaian proyeksi pendapatan negara.

Berikutnya, pada Dana Alokasi Umum (DAU) hingga 31 Desember 2020 sudah disalurkan sebesar Rp 381,61 triliun atau 99,28 persen dari pagu anggaran. Terdiri atas DAU Formula sebesar Rp 377,76 triliun dan DAU Tambahan sebesar Rp3,85 triliun.

Angka tersebut memperlihatkan adanya penurunan sebesar 9,34 persen (yoy). Penyebabnya, terjadi perubahan alokasi DAU Formula TA 2020 dalam Perpres 72/2020 atau turun sebesar 8,94 persen dari alokasi DAU Formula TA 2019.

Sementara itu, realisasi DAU Tambahan terdiri atas DAU Tambahan Bantuan Pendanaan Kelurahan sebesar Rp 2.773,01 miliar yang sudah disalurkan tahap I kepada 399 daerah dan tahap II kepada 370 daerah.

Lalu DAU Tambahan Bantuan Penyetaraan Siltap Kepala Desa dan Perangkat Desa sebesar Rp1.075,52 miliar yang sudah disalurkan tahap I kepada 65 daerah serta tahap II kepada 59 daerah penerima alokasi.

Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik yang sudah disalurkan sampai dengan 31 Desember 2020 yakni sebesar Rp50,18 triliun atau 93,29 persen dari pagu alokasi. Secara persentase realisasi ini naik dibandingkan tahun 2019 sebesar 92,56 persen.

Di sisi lain, penyaluran DAK Nonfisik hingga akhir Desember 2020 sudah terealisasi sebesar Rp126,40 triliun atau 98,16 persen dari pagu anggaran. Mengalami kenaikan sebesar 5,02 persen (yoy). Kenaikan itu utamanya disebabkan tingkat kepatuhan Pemerintah Daerah yang semakin baik dalam menyampaikan laporan sebagai syarat penyaluran melalui aplikasi DAK Nonfisik.

Beberapa output DAK Nonfisik di 2020 antara lain, pemberian Bantuan Operasional Sekolah untuk 44,2 juta siswa pada 216,5 ribu sekolah. Pembayaran Tunjangan Profesi Guru bagi 1,15 juta guru dan Bantuan Operasional Kesehatan bagi 9.298 puskesmas.

Seperti dilansir Radartegal.com, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, RUU APBN 2021 sudah mengalokasikan transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp796,26 triliun yang terdiri dari Dana Bagi Hasil (DBH) Rp 102,74 triliun, DAU Rp 390,29 triliun.

Selain itu, juga akan menyalurkan untuk DAK Fisik Rp65,24 triliun, DAK nonfisik Rp131,17 triliun, Dana Insentif Daerah (DID) Rp 13,5 triliun, Dana Otonomi Khusus Rp 19,98 triliun, dan Dana Keistimewaan DI Yogyakarta Rp 1,32 triliun

"Yang kami dorong dari TKDD ini yakni peningkatan kontrol kualitas dan untuk mendorong pemerintah daerah dalam pemulihan ekonomi. Khususnya mendukung sektor pendidikan dan kesehatan, dalam rangka meningkatkan ekonomi nasional dan competitiveness Indonesia," ujarnya. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel