Penuhi Syarat Ini, Anak SD, SMP, SMA, dan Lansia Dapat BLT Hingga Rp 3 Juta - Warta Brebes

Selasa, 19 Januari 2021

Penuhi Syarat Ini, Anak SD, SMP, SMA, dan Lansia Dapat BLT Hingga Rp 3 Juta

WARTABREBES.COM - Kabar gembira bagi para ibu hamil, anak usia dini, pelajar SD, SMP, SMA, penyandang disabilitas, serta lanjut usia.

Pemerintah memberikan bantuan sosial langsung tunai (BLT) Program Keluarga Harapan (PKH) bagi para ibu hamil.

Untuk ibu hamil akan mendapatkan BLT PKH sebesar Rp 3 juta per tahun.

Tidak hanya ibu hamil, anak usia dini, pelajar SD, SMP, SMA, penyandang disabilitas, dan lanjut usia juga bisa mendapatkan BLT PKH.

BLT PKH ini telah mulai dapat didaftarkan sejak 4 Januari 2021.

Nilai bantuannya berbeda-beda yaitu:

Berikut rincian penerima BLT PKH yang dikutip dari laman Kemensos.go.id:

• Kategori Ibu Hamil/Nifas: Rp 3.000.000 per tahun.

• Kategori Anak Usia Dini 0 s.d. 6 Tahun: Rp 3.000.000 per tahun.

• Kategori Pendidikan Anak SMP/Sederajat: Rp 1.500.000 per tahun.

• Kategori Pendidikan Anak SMA/Sederajat: Rp 2.000.000 per tahun.

• Kategori Penyandang Disabilitas berat: Rp 2.400.000 per tahun.

• Kategori Lanjut Usia: Rp 2.400.000 per tahun.

Baca juga: Kesal dan Cemburu, Foto Pacar Tanpa Kenakan Apapun Diunggah ke Medsos

Bagaimana cara mendapatkan BLT PKH untuk ibu hamil senilai Rp 3 juta, dan apa saja syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan BLT PKH.

Untuk mendapatkan BLT PKH, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi para penerimanya.

Berikut ini kriteria untuk mendapatkan BLT PKH yang Wartabrebes.com kutip dari Indonesia.go.id:

1. Masuk dalam kategori keluarga kurang mampu

Program keluarga harapan diperuntukan untuk keluarga yang kurang mampu, jika Anda termasuk keluarga yang kurang mampu maka Anda dapat menerima bantuan PKH.

PKH adalah keluarga miskin dan rentan yang terdaftar dalam Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin yang memiliki komponen kesehatan dengan kriteria ibu hamil/menyusui, anak berusia nol sampai dengan enam tahun.

2. Komponen Pendidikan

Untuk mendapatkan bantuan PKH ada beberapa komponen yang menjadi acuan.

Komponen tersebut yakni komponen pendidikan dengan kriteria anak SD/MI atau sederajat, anak SMA/MTs atau sederjat, anak SMA /MA atau sederajat, dan anak usia enam sampai 21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun.

Lantas, bagaimana cara mendapatkan BLT PKH dari pemerintah ini?

Untuk mendapatkannya, berikut syarat-syarat yang harus dipenuhi penerima BLT PKH, yang dikutip dari Tribun-video.com:

1. Calon penerima BLT PKH harus memiliki Kartu Perlindungan Sosial (KPS).

2. Jika calon penerima BLT PKH belum memiliki KPS, Anda bisa mengajukan permohonan kepada RT/RW lalu disampaikan ke kelurahan.

3. Apabila yang bersangkutan memang layak mendapatkan dana bantuan maka kepala desa akan melaporkan ke Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan.

Setelah syarat di atas terpenuhi, Anda dapat menerima kartu PKH dan mengambil haknya sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Kemudian setelah menerima bantuan, ada aturan yang wajib dipenuhi oleh ibu hamil di antaranya;

1. Selama kehamilan, wajib melakukan pemeriksaan kehamilan di fasilitas kesehatan selama 4 kali, yaitu pada usia kehamilan 0-3 bulan, usia 4-6 bulan dan dua kali di usia kehamilan 7-9 bulan.

2. Pada masa pemeriksaan ibu hamil akan mendapatkan suplemen vitamin untuk menjaga kesehatan Bunda dan bayi kandungan.

3. Apabila ibu melahirkan wajib memperoleh pertolongan di fasilitas kesehatan.

Daftar di DTKS

Setelah itu, Anda hanya perlu mendaftarkan diri di laman Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Namun, pendaftaran DTKS hanya bisa dilakukan di RT/RW atau ke Kantor Kelurahan/Desa.

Berikut cara daftar DTKS:

• Tidak ada pendaftaran secara online. Lakukan pendaftaran peserta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ke aparat pemerintah daerah setempat seperti RT/RW atau ke Kantor Kelurahan/Desa.

• Setelah mendaftar, nantinya akan mendapat surat pemberitahuan berisi teknis pendaftaran di tempat yang sudah ditentukan.

• Setelahnya, Anda membawa data pelengkap seperti KTP, NIK, Kartu Keluarga (KK), dan Kode Unik Keluarga dalam Data Terpadu.

• Data yang sudah dilengkapi, kemudian akan diproses oleh Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA), kantor kelurahan, dan kantor Wali kota/Kabupaten.

• Setelah berhasil diverifikasi, nantinya akan dibuatkan rekening bank, dan akan diberikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Pengecekan kepesertaan DTKS, bisa dilihat di laman dtks.kemensos.go.id atau melalui aplikasi SIKS-Dataku.

Jika telah berhasil menjadi peserta PKH, dan berhak mendapat bantuan untuk ibu hamil dan anak usia dini, peserta bisa melakukan pencairan dana PKH (transfer dan tarik tunai) di e-warong/Agen Bank/ATM yang sudah ditentukan.

Baca juga: Rumah Korban Sriwijaya Air Dibobol Maling

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda