Waspada 6 Modus Penipuan Data Transaksi Pembayaran Kartu Kredit - Warta Brebes

Minggu, 03 Januari 2021

Waspada 6 Modus Penipuan Data Transaksi Pembayaran Kartu Kredit

 

Kartu kredit merupakan salah satu alat pembayaran yang paling populer dan sering digunakan masyarakat. Praktis, mudah, banyak promo serta cashback membuat keuangan menjadi lebih hemat selama bijak menggunakannya.

Apalagi saat ingin belanja dalam jumlah besar namun uangnya masih kurang, atau lagi kepepet gaji sudah habis, kartu kredit dapat menjadi penyelamat untuk tetap dapat belanja kebutuhan hidup dan gaya hidup.

Tidak dipungkiri adanya beragam benefit tersebut membuat banyak pengguna kartu kredit menjadikannya sebagai alat pembayaran utama. Namun, dibalik beragam manfaat transaksi cashless, pengguna kartu kredit sering menjadi incaran penipuan online.

Tak sedikit kasus penipuan kartu kredit terjadi. Modusnya beragam, seperti modus minta data transaksi dan info pembayaran kartu kredit.

Bahaya apabila data transaksi dan info pembayaran kartu kredit bocor

Hal penting yang harus Anda ketahui ialah apabila penipu sudah mendapat info kartu kredit berupa data transaksi dan pembayaran terakhir kartu kredit, maka data-data itu dapat digunakan oleh peretas sebagai alat validasi kepemilikan akun bank ataupun fintech, sehingga hacker dapat leluasa takeover akun kartu kredit Anda.

Pasalnya, apabila ada urusan seputar perbankan, pastinya Anda akan bertanya dengan cara menghubungi call center bank resmi, lalu mereka akan bertanya kepada Anda pertanyaan seputar nomor kartu kredit hingga kapan transaksi pembayaran terakhir dilakukan untuk memverifikasi data Anda.

Anda harus waspada, semisal ada telepon yang mengatasnamakan bank/fintech menghubungi Anda duluan dan minta data-data pribadi (termasuk data transaksi terkini) itu merupakan penipuan. 

Karena itu, perlu memiliki pengetahuan yang cukup tentang modus penipuan maupun cara-cara menjaga data-data pribadi yang sifatnya rahasia. Data-data pribadi tersebut seperti foto selfie KTP, NPWP, nomor kartu kredit, nomor CVV (card verification value), kode OTP (one time password), nama ibu kandung, dll.

Lalu, apa yang harus dilakukan agar kita terhindar dari penipu online kartu kredit?

Simak tips lengkapnya berikut ini:

1. Tidak Memberi Informasi Transaksi Terakhir

Jangan mudah percaya ketika dihubungi penelpon tidak dikenal lalu mengaku dari pihak bank, fintech, provider telepon seluler, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) atau pun Bank Indonesia.

Umumnya modus via telepon ini sering dilakukan. Penipu akan menanyakan transaksi terakhir kartu kredit Anda seolah-olah mereka dari pihak resmi. Mereka akan mengatakan memerlukan data Anda untuk keperluan update/ pembaruan sistem agar kartu kredit tidak terblokir.

Selain itu jebakan lainnya ialah iming-iming hadiah atau situasi darurat palsu seperti pembayaran gagal dan sebagainya. Jelas, hal ini adalah penipuan phishing dengan teknik social engineering via telepon.

Ada banyak korban tidak mengetahui hal ini, dan mereka percaya saja dengan apa yang dikatakan penipu. Akhirnya, secara tidak sadar memberikan informasi data-data pribadi mereka seperti nomor kartu kredit, CVV dan OTP.

2. Jangan Memberikan Info Pembayaran Terakhir

Memberikan informasi pembayaran terakhir kartu kredit akan membuat pelaku dapat melacak informasi kartu kredit Anda. Biasanya pelaku akan menanyakan pembayaran terakhir secara detail seperti untuk membeli atau membayar apa, di mana, hari apa, tanggal berapa, jumlah berapa sampai jam berapa.

Dengan informasi sedetail ini kesempatan pelaku semakin besar untuk mengetahui informasi lainnya dari kartu kredit Anda, seperti nomor kartu kredit bahkan sampai pin kartu kredit. Atau dapat saja informasi ini digunakan lagi untuk penipuan dengan teknik lainnya untuk menelpon Anda dengan nomor yang berbeda.

3. Jaga Informasi Kartu Kredit

Informasi kartu kredit yang harus dijaga dengan baik ialah nomor kartu kredit yang berjumlah 16 digit pada bagian depan kartu kredit, CVV yaitu 3 angka terakhir yang ada pada belakang kartu kredit, kode OTP (one time password) dan tanggal kadaluarsa kartu kredit (ada di bawah nomor kartu kredit pada bagian depan kartu kredit).

Jika informasi ini diketahui pihak yang tidak bertanggung jawab akan sangat fatal. Kartu kredit Anda dapat dikuras habis limitnya oleh penipu online dan Anda harus menanggung beban membayar cicilannya.  

Pahami info dasar seperti 9 digit terakhir dari kartu kredit Anda ialah angka khusus yang digunakan pihak bank untuk mengidentifikasi pemilik kartu. 

Sedangkan CVV yakni kode keamanan rahasia yang fungsinya sebagai nomor otorisasi manual untuk kartu agar dapat melakukan transaksi. Jangan pernah berikan PIN kartu kredit kepada siapapun termasuk orang terdekat, agar tidak sembarangan digunakan. Kode OTP juga harus dirahasiakan karena kode OTP dapat berkaitan dengan internet atau mobile banking Anda.

Selain itu, kerahasian nama ibu kandung juga sangat penting. Nama ibu kandung digunakan sebagai cara untuk bank mengidentifikasi nasabahnya dan biasanya ditanyakan untuk kebutuhan memblokir kartu kredit atau debit yang hilang.

4. Waspada Penipuan yang Mengatasnamakan Bank

Pihak bank tidak akan menanyakan nomor kartu kredit, CVV, OTP, transaksi dan pembayaran terakhir kartu kredit. Sebab, tentu saja pihak bank memiliki data tersebut dan catatan secara lengkap mengenai segala transaksi yang dilakukan setiap nasabahnya.

Waspada modus penipuan dari oknum yang mendapat data diri Anda di black market, jadi penipu ini telah memiliki data pribadi korban (misalnya, email, nama lengkap, nomor KTP/NPWP).

Si penipu ini akan menyebutkan data-data tersebut, seolah-olah penipu ini memang dari pihak resmi (bank/OJK/BI/Cermati.com atau perusahaan lainnya) karena ada data-data informasi korban.

5. Hati-Hati Modus Pembayaran Tagihan Kartu Kredit

Jika ada penelpon yang menagih pembayaran kartu kredit tetapi minta informasi kartu kredit seperti nomor kartu kredit/ CVV/OTP maka jangan diberikan dan langsung tutup telponnya.

Hal ini berlaku ketika Anda menerima pesan email atau pun via SMS/WhatsApp dari pihak yang mengatasnamakan bank tetapi alamat emailnya palsu.

Jadi ingat ya, pihak bank selalu mengirimkan tagihan pembayaran kartu kredit ke email dan tidak pernah meminta Anda mengirimkan data-data pribadi apapun.  

Zaman serba digital, pihak bank tidak akan menelpon untuk menagih atau melaporkan tagihan kartu kredit. Jika Anda terlambat menerima tagihan kartu kredit tetapi belum ada pemberitahuan, hubungi customer service bank penerbit dengan nomor yang tercantum di website resminya.

6. Jangan Meminjamkan Kartu Kredit ke Orang Lain

Lebih baik Anda waspada dengan hal ini dan jangan pernah meminjamkan kartu kredit ke orang lain. Hal ini berlaku untuk orang-orang terdekat juga. Bisa saja penipu mengintai orang terdekat dan tidak sadar memberikan data-data kartu kredit Anda.

Selain itu berikan edukasi kepada mereka pentingnya menjaga data-data pribadi agar tidak menjadi korban penipuan online.

Lebih Waspada dan Jangan Lupa Rajin Ganti PIN Kartu Kredit

Berhati-hati itu perlu agar tidak menjadi korban. Ingat ada banyak korban penipuan kartu kredit karena mereka tidak mengetahui modus-modus penipuan, mudah percaya omongan manis penipu hingga cuek tak menjaga data-data pribadi yang sifatnya rahasia.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda