-->

Konsultan Keuangan: Definisi, Tanggung Jawab, Syarat menjadi Konsultan


 Dewasa ini profesi konsultan keuangan menjadi salah satu yang paling banyak dicari dan dibutuhkan. Hal ini sejalan dengan meningkatnya literasi finansial masyarakat yang terus berkembang dari hari ke hari. Tak heran jika keberadaan profesi yang menjual produk berupa jasa ini kemudian banyak diminati.

Cara untuk menjadi seorang konsultan keuangan tentu tak hanya sebatas memahami hal-hal yang berkaitan dengan dunia finansial. Lebih dari itu, mereka juga dituntut untuk bisa memberikan solusi dari setiap permasalah keuangan yang dialami oleh klien. Baik itu untuk kondisi keuangan pribadi, bisnis maupun organisasinya.

Di eksistensi seorang konsultan keuangan memegang peran besar. Di mana setiap saran atau solusi yang diberikan oleh konsultan tersebut nantinya dapat berdampak pada kondisi keuangan kliennya. Sehingga seorang konsultan harus dapat mengidentifikasi kesalahan atau masalah dari setiap kondisi finansial klien secara terperinci agar dapat memberikan solusi yang tepat.

Nah, pada artikel kali ini, Jojonomic akan mengajak Anda untuk membahas lebih lanjut mengenai profesi tersebut. Lengkap mulai dari definisi, tanggung jawab serta syarat untuk menjadi seorang konsultan keuangan yang profesional. Penasaran, kan? So, simak lengkap artikelnya berikut ini, ya.

Mengenal Profesi Konsultan Keuangan

Secara sederhana, konsultan keuangan memiliki peran sebagai seorang yang memberikan konsultasi, solusi atau membuat perencanaan keuangan bagi klien maupun orang yang membutuhkan jasanya. Dalam hal ini, mereka akan melakukan tugasnya setelah mendengar permasalahan yang dialami oleh klien. Karena seperti yang kita tahu, masing-masing orang memiliki masalah finansial yang berbeda.

Sehingga dengan melakukan identifikasi terhadap masalah yang diceritakan oleh klien di awal, nantinya pihak konsultan dapat memberikan solusi yang tepat berdasarkan permasalahan tersebut. Dalam hal ini seorang konsultan bertanggung jawab penuh terhadap solusi atau saran yang diberikan. Meskipun pada akhirnya klienlah yang berhak menentukan keputusan apa yang selanjutnya akan mereka ambil untuk memperbaiki kondisi finansial pribadinya maupun organisasi/bisnis yang tengah ia jalankan.

Mereka yang berprofesi sebagai seorang konsultan keuangan harus bisa memberikan gambaran terkait risiko jangka pendek maupun jangka panjang dari setiap solusi yang diberikan. Terlebih jika dihadapkan pada situasi di mana terdapat banyak pilihan solusi yang bisa digunakan. Jelaskan masing-masing pilihan solusi tersebut lengkap dengan risiko yang ditawarkan. Hal ini bertujuan agar klien dapat mempertimbangkan mana yang menurut mereka lebih baik.

Yang jelas profesi sebagai financial consultant atau konsultan keuangan ini cukup banyak dibutuhkan saat ini. Sebab tak semua orang dapat mengatur keuangannya dengan cara yang tepat atau keluar dari permasalahan finansialnya tanpa bantuan dari pihak ketiga.

Nah, bagi Anda yang tertarik untuk mendalami profesi satu ini. Terlebih dahulu perlu mengetahui apa saja sih tanggung jawab yang diemban oleh seorang konsultan keuangan? 

Tanggung Jawab Konsultan Keuangan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tugas dan tanggung jawab seorang financial consultant adalah membantu klien keluar dari masalah keuangan yang saat ini mereka alami. Sebagai contoh, seorang klien yang datang ke konsultan keuangan karena terjerat hutang harus diberikan solusi untuk menyelesaikan permasalahannya tersebut. Hal ini mencakup seluruh langkah yang harus dilakukannya saat ini agar terbebas dari jeratan hutang sekaligus dapat merasakan nikmatnya kebebasan finansial (financial freedom).

Namun untuk memberikan solusi tersebut, seorang financial consultant harus mendengarkan cerita secara menyeluruh dari klien yang bermasalah. Maka dari itu, klien yang datang dan menyewa jasa konsultan keuangan ini harus mau terbuka dan jujur terkait masalah ataupun kesalahan finansial yang telah mereka lakukan di masa lampau.

Lewat cerita yang diberikan oleh klien, pihak konsultan dapat memberikan solusi terbaiknya untuk saat ini hingga di masa mendatang. Biasanya konsultan akan mengajukan pertanyaan seputar kondisi keuangan klien saat ini. Mulai dari besaran pendapatan tetap yang diperoleh, beban tanggungan tiap bulan yang meliputi pemenuhan kebutuhan, biaya utilitas hingga kewajiban seperti hutang dan cicilan.

Seluruh informasi terkait kondisi keuangan klien harus diketahui oleh konsultan keuangan dan semua solusi yang diberikan harus berlandaskan informasi tersebut. Misalnya dengan kondisi klien yang sedang terjerat hutang dan harus memenuhi kebutuhan hidupnya, financial consultant bisa memberikan solusi melalui pembagian porsi penghasilan dengan tepat. Ini bisa dilakukan dengan menekan biaya pengeluaran yang tidak perlu atau bisa dinomorduakan.

Syarat Menjadi Seorang Financial Consultant

Selain tanggung jawabnya yang harus Anda ketahui, syarat untuk menjadi konsultan keuangan pun turut harus Anda perhatikan. Sebab seperti yang telah disinggung sebelumnya, menjadi financial consultant ini tak hanya cukup dengan modal pengetahuan tentang literasi keuangan maupun dunia ekonomi. Lebih dari itu terdapat juga syarat terkait pendidikan maupun sertifikat yang harus dimiliki. 

Berikut beberapa syarat menjadi seorang konsultan keuangan yang profesional tersebut.

1. Memiliki sertifikat

Financial consultant yang profesional haruslah memiliki sertifikat agar diakui kemampuan serta kapasitasnya dalam memberikan solusi dan memecahkan suatu permasalahan. Selain itu, sertifikat ini dapat dijadikan salah satu branding untuk meningkatkan kredibilitas di mata klien.

Secara umum, terdapat beberapa jenis sertifikat yang bisa digunakan untuk menjadi konsultan keuangan profesional. Di antaranya ialah Certified Internal Auditors (CIA), Certified Management Accountants (CMA) dan Certified Financial Planner (CFP). 

2. Memiliki keterampilan berkomunikasi yang baik

Profesi konsultan menuntut orang-orang yang terlibat dalam posisi ini harus pandai berkomunikasi. Hal ini mengingat mereka harus berhadapan langsung dengan klien yang mengalami masalah keuangan.

Dibutuhkan cara berkomunikasi yang baik agar penjelasan yang dilontarkan dapat dengan mudah dipahami oleh klien. Mengingat literasi keuangan merupakan hal yang cukup kompleks. Sehingga ketika itu dikemas dengan penyampaian yang mudah diterima, klien tentu juga akan puas dengan pelayanannya.

Selain itu, seorang konsultan keuangan harus sebisa mungkin menjadi pendengar yang baik bagi kliennya. Mereka dituntut untuk tidak menghakimi sepihak agar klien mau bercerita secara terus terang dan terbuka tanpa adanya perasaan takut diintimidasi. 

3. Menguasai proses bisnis

Seorang konsultan keuangan tak hanya akan mendapatkan klien dengan masalah keuangan pribadi saja. Beberapa di antaranya mungkin akan mendatangi financial consultant dengan masalah keuangan dalam bisnis atau organisasi yang mereka jalankan. 

Untuk itu, mereka yang berprofesi sebagai financial consultant ini harus memahami seluruh alur dalam proses bisnis. Lengkap dengan pemahaman masing-masing istilah dalam dunia bisnis, dengan demikian kendala atau masalah apapun yang dialami oleh klien dapat dengan mudah ditangkap.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel